Friday, July 15, 2016

Mereka nyaman bersembunyi dalam selimut kebenaran mereka

Kata temanku, " Untung lu muslim.. Kalau lu Kristen, banyak orang kristen yang kelojotan dengan postingan lu.."
Ya eyalah... Kaum hore hore ada di keyakinan apa saja. Mereka nyaman bersembunyi dalam selimut kebenaran mereka. Karena saya lebih kenal ajaran Islam, saya banyak mengkritik fenomena pemikiran yang ada di ajaran saya sendiri. Saya tidak mungkin mengkritik apa yang saya tidak pahami. Tidak paham, kok kritik...
Tugas berat adalah mengkritik pemahaman yang salah di barisan sendiri, bukan sibuk mengkritisi barisan orang lain tanpa pengetahuan di dalamnya.
Seandainya.. seandainya, ya.. dalam hubungan sosial kita tidak terlalu ketat menggunakan baju agama, maka tidak ada yg perlu dibenturkan. Yang mudah dibenturkan adalah kaum fanatik yang ada di agama masing2 dan mengklaim bahwa mereka adalah pembela agama.
Agama kok di bela...Negara dong di bela.. Negara tempat kita hidup, makan dan bernaung dengan aman dalam satu komunitas besar. Agama adalah urusan personal..
Seandainya saya kristen, tentu banyak pendeta yang saya hajar karena perutnya gendut dan bersetelan mahal. Tugas pemuka agama itu melayani umatnya, bukannya malah minta dilayani... Katanya pengabdian.. Ini pengabdian apa cari makan ?

perdebatan antara kaum bergamis dan kaum sarungan.

Sebuah pandangan yang merendahkan, menurut saya.
Coba perhatikan dengan seksama, dalam video itu terjadi perdebatan antara kaum bergamis dan kaum sarungan.
Yang sarungan adalah warga yang tinggal di sekitar masjid. Mereka yang selama ini membangun masjid, merawat masjid dan saling berkomunikasi dan melakukan kegiatan di masjid. Selama ini mereka adem ayem saja, tidak banyak masalah. Mereka mempunyai seseorang yang mereka tua-kan, yang selalu menjadi Imam shalat.
Datanglah tamu tak di undang, entah darimana berpakaian ala padang pasir. Mereka dengan tiba2 mengambil peran sebagai Imam shalat, tanpa permisi. Seandainya mereka membuat barisan lain tentu tidak masalah, tetapi mereka langsung mengambil posisi sebagai pemimpin utama shalat, tanpa mengindahkan teguran halus dari warga.
Apakah ini hanya sekedar "rebutan Imam shalat" ?
Bukan. Ini agenda politik wahabisme dalam "gerakan merebut masjid".
Mereka masuk ke masjid2 - terbanyak masjid NU , mengambil alih peranan para ulama dan akhirnya menguasai masjid tersebut. Ketika mereka sudah mengambil alih peran ulama, maka mereka akan membidahkan amalan2 NU yang menurut mereka tidak sesuai dgn tuntunan Rasulullah.
Ketika mereka sudah menguasai penuh masjid, maka mereka akan berbicara tentang khilafah, mencuci otak warganya tentang betapa kafirnya negeri kita. Gerakan politik yang sistematis, tanpa banyak disadari oleh warga yang cenderung hormat pada orang asing.
Dulu sedikit sekali warga yang melawan seperti ini.. Banyak yang - karena sungkan - akhirnya mempersilahkan mereka mengisi masjid2. Dan akhirnya terjadilah kekerasan seperti di Sampang, yang mengatas-namakan NU.
Cara mereka merebut