Sebuah pandangan yang merendahkan, menurut saya.
Coba perhatikan dengan seksama, dalam video itu terjadi perdebatan antara kaum bergamis dan kaum sarungan.
Yang sarungan adalah warga yang tinggal di sekitar masjid. Mereka yang
selama ini membangun masjid, merawat masjid dan saling berkomunikasi dan
melakukan kegiatan di masjid. Selama ini mereka adem ayem saja, tidak
banyak masalah. Mereka mempunyai seseorang yang mereka tua-kan, yang
selalu menjadi Imam shalat.
Datanglah tamu tak di undang, entah
darimana berpakaian ala padang pasir. Mereka dengan tiba2 mengambil
peran sebagai Imam shalat, tanpa permisi. Seandainya mereka membuat
barisan lain tentu tidak masalah, tetapi mereka langsung mengambil
posisi sebagai pemimpin utama shalat, tanpa mengindahkan teguran halus
dari warga.
Apakah ini hanya sekedar "rebutan Imam shalat" ?
Bukan. Ini agenda politik wahabisme dalam "gerakan merebut masjid".
Mereka masuk ke masjid2 - terbanyak masjid NU , mengambil alih peranan
para ulama dan akhirnya menguasai masjid tersebut. Ketika mereka sudah
mengambil alih peran ulama, maka mereka akan membidahkan amalan2 NU yang
menurut mereka tidak sesuai dgn tuntunan Rasulullah.
Ketika
mereka sudah menguasai penuh masjid, maka mereka akan berbicara tentang
khilafah, mencuci otak warganya tentang betapa kafirnya negeri kita.
Gerakan politik yang sistematis, tanpa banyak disadari oleh warga yang
cenderung hormat pada orang asing.
Dulu sedikit sekali warga yang
melawan seperti ini.. Banyak yang - karena sungkan - akhirnya
mempersilahkan mereka mengisi masjid2. Dan akhirnya terjadilah kekerasan
seperti di Sampang, yang mengatas-namakan NU.
Cara mereka merebut
No comments:
Post a Comment