Friday, July 15, 2016

perdebatan antara kaum bergamis dan kaum sarungan.

Sebuah pandangan yang merendahkan, menurut saya.
Coba perhatikan dengan seksama, dalam video itu terjadi perdebatan antara kaum bergamis dan kaum sarungan.
Yang sarungan adalah warga yang tinggal di sekitar masjid. Mereka yang selama ini membangun masjid, merawat masjid dan saling berkomunikasi dan melakukan kegiatan di masjid. Selama ini mereka adem ayem saja, tidak banyak masalah. Mereka mempunyai seseorang yang mereka tua-kan, yang selalu menjadi Imam shalat.
Datanglah tamu tak di undang, entah darimana berpakaian ala padang pasir. Mereka dengan tiba2 mengambil peran sebagai Imam shalat, tanpa permisi. Seandainya mereka membuat barisan lain tentu tidak masalah, tetapi mereka langsung mengambil posisi sebagai pemimpin utama shalat, tanpa mengindahkan teguran halus dari warga.
Apakah ini hanya sekedar "rebutan Imam shalat" ?
Bukan. Ini agenda politik wahabisme dalam "gerakan merebut masjid".
Mereka masuk ke masjid2 - terbanyak masjid NU , mengambil alih peranan para ulama dan akhirnya menguasai masjid tersebut. Ketika mereka sudah mengambil alih peran ulama, maka mereka akan membidahkan amalan2 NU yang menurut mereka tidak sesuai dgn tuntunan Rasulullah.
Ketika mereka sudah menguasai penuh masjid, maka mereka akan berbicara tentang khilafah, mencuci otak warganya tentang betapa kafirnya negeri kita. Gerakan politik yang sistematis, tanpa banyak disadari oleh warga yang cenderung hormat pada orang asing.
Dulu sedikit sekali warga yang melawan seperti ini.. Banyak yang - karena sungkan - akhirnya mempersilahkan mereka mengisi masjid2. Dan akhirnya terjadilah kekerasan seperti di Sampang, yang mengatas-namakan NU.
Cara mereka merebut

No comments:

Post a Comment